Bila Si Kecil Harus Memakai Kacamata

“ Si Kecil ini harus memakai kacamata dok ? “ tanya seorang ibu nyaris tak percaya, ketika dokter menyarankan untuk melakukan tes mata lagi bagi anaknya yang baru menginjak usia lima tahun.Ada kemungkinan si kecil membutuhkan kacamata untuk mengoreksi kelainan pada matanya.

Si kecil ini masih duduk di Taman Kanak-kanak.Bila ia duduk di bangku belakang, sering mengeluh tidak jelas dengan coretan-coretan gurnya di papan tulis.Bahkan ia sering mengernyitkan dahi sewaktu melihat jauh, sementara itu juga sering mengeluh sakit kepala.

Memang sebenarnya ada beberapa hal yang merupakan pertanda bahwa seseorang anak mengalami gangguan penglihatan seperti diatas.Pertama, bila ia sering mengernyitkan dahi sewaktu melihat jauh atau sering mengeluh sakit kepala.Disamping itu rasa enggan menulis atau membaca, bahkan kurang bergairah untuk bermain dengan teman-temannya, merupakan pertanda bahwa mata Anak terganggu.Ada pula gangguan pada mata yang kurang jelas tanda dan gejalanya, hanya dokter ahli yang mengetahui setelah melakukan pemeriksaan.Misalnya, bila salah satu mata saja yang menderita, sementara mata yang lain normal.

Pada kasus semacam inilah biasanya orang tua terkejut dan tidak percaya, seandainya dokter memutuskan bahwa si anak perlu memakai kacamata dengan ukuran tertentu.Seringkali orang tua tetap beranggapan bahwa mata anaknya normal, karena dapat memandang benda di kejauhan atau kapal terbang yang berada tinggi diawan, tanpa merasa sakit.Namun jarang disadari, bahwa kelainan pada sebelah mata tidak menunjukkan gejala yang mudah diketahui oleh orang tua.Pembebanan pada sebelah mata memang tidak akan merusak mata yang sehat, namun akan memperburuk kondisi mata yang lemah, tanpa dukungan kacamata yang sesuai untuk si anak.

Periksa Mata


Apakah anak yang tampak sehat perlu pemeriksaan mata ? pertanyaan demikian sering diajukan oleh orang ttua.Sebaiknya, semua anak setelah berusia dua tahun, diperiksa matanya.Bila seorang anak pada usia lima tahun sudah dapat melihat dengan baik, belum tentu ketika akan keluar Sekolah Dasar tidak mengalami gangguan “ hanya dapat melihat jarak dekat saja “.Hal ini disebabkan pada masa menjelang pubertas bola mata dapat mengalami perubahan dan menjadi “ terlalu panjang “.Anak-anak dapat merasakan gejala adanya kelainan ini setelah beberapa tahun kemudian.

Pendapat bahwa penglihatan anak terganggu karena kebiasaan membaca sambil tiduran atau penerangan yang kurang memadai, bukan selalu demikian.Adakalanya akibat cedera karena kecelakaan atau justru karena keturunan.Faktor keturunan memang berperanan penting dalam hal ini.Misalnya, orang tua yang hanya dapat melihat jarak dekat cukup prihatin, karena bukan mustahil ada diantara anak-anak mereka yang mempunyai kelainan yang sama.Justru karena itulah sering orang tua berpendapat bahwa hal ini merupakan “ hukuman “ tanpa menyadari adanya faktor keturunan yang mendasari.

Kelemahan Yang paling Banyak


Suatu perubahan kecil pada lengkungan lensa mata atau pada panjang biji mata, telah membuat penglihatan seorang anak menjadi tidak sempurna.Pada kondisi seperti ini maka dengan cara yang berbeda-beda hanya dapat menangkap gambar yang kabur.

Bila titik api berada dibelakang selaput jala mata ( retina ) maka biji mata anak akan berbentuk pende dan keadaan ini dinamakan “ tidak dapat melihat jarak dekat “.Bila biji mata anak terbentuk panjang, maka titik api jatuh di depan retina dan benda-benda yang jauh akan terlihat kabur.

Selain itu ada jenis kelainan yang lain yang dikenal dengan istilah astigmatisme.Biasanya pada keadaan ini lensa mata yang tembus pandang tidak rata lengkungannya.Cahaya yang masuk kemata, yang horisontal maupun vertikal, berbeda pematahannya.Dengan demikian pada retina tidak akan terbentuk dambaran titik-titik cahaya, melainkan gambaran yang berupa garis-garis yang tidak menentu.Dalam hal ini kelainan penglihatan berupa penyimpangan , yang dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata tertentu.

Memilih Kacamata


Kacamata untuk anak seperti apa yang harus dipilih ? sebaiknya setiap anak yang harus memakai kacamata boleh memilih sendiri kacamata yang hendak dipakainya, paling-paling orang tua memberikan pendapat saja.Bila si anak memilih sendiri, merupakan suatu kebanggaan baginya.Dokter ahli mata akanmengarahkan pula, agar pilihannya tidak keliru.Sebuah kacamata yang terlalu besar bingkainya akan mengganggu dan dirasakan terlalu berat.

Perlu diperhatikan pula, agar kacamata yang dipilih halus buatannya, sehingga tidak terlalu menekan dan menyakiti hidung si anak yang masih lemah dan peka.Seorang ahli kacamata yang baik tentu akan mengetahui bentuk mana yang paling baikdan sesuai dengan anak.

Ada beberapa pegangan utama yang perlu diketahui.wajah yang kecil sebainya menggunakan rangka bulat.Sedangkan hidung yang mancung pantas memakai kacamata yang tinggi, dengan dua jembatan.Anak yang pipinya montok, sebaiknya memakai kacamata yang bulat telur dan rahang yang lebar sebaiknya memakai kacamata yang kecil bentuknya.

Satu hal yang perlu diperhatikan, agar si anak tidak merasa malu memakai kacamata, jangan menganggap kacamata tersebut sebagai suatu yang istimewa.Anggaplah sebagai perlengkapan biasa.Juga, orangtua boleh mengingatkan, jangan menghukum bila si anak lupa memakai kacamata.Hal ini penting agar si anak tidak merasa bahwa kacamata adalah segala-galanya baginya.

0 Response to "Bila Si Kecil Harus Memakai Kacamata"

Post a Comment

Total Pageviews