Kembali Bekerja Setelah Melahirkan

Hampir semua wanita pekerja harus memutuskan apakah kembali bekerja setelah mempunyai seorang bayi.Bagi wanita tersebut, menggabungkan karier dengan tuntutan sebagai ibu membuatnya menjadi tuntutan hidup.

Kembali Bekerja

Bagi hampir semua ibu yang bekerja, ketika mempunyai seorang bayi, salah satu keputusan yang harus diambil adalah tentang apakah akan kembali bekerja atau tidak.

Sekarang ini, sekitar setengah dari ibu melahirkan kembali bekerja sebelum anaknya mulai bersekolah.Banyak dijumpai bahwa mempertahankan kembali pekerjaan dan menghidupi anak merupakan usaha yang harus diimbangi secara tetap yang membutuhkan disiplin dan stamina.

Ibu Baru

Bagi yang menjadi ibu untuk pertama kalinya, salah kesukaran adalah bahwa hampir selalu tidak mungkin mengetahui perkembangannya apakah harus kembali bekerja atau tidak, sampai mereka mempunyai bayi.
Beberapa wanita dijumpai menjaga anaknya dengan gembira dan sangat menikmati serta tidak bisa dipungkiri bahwa ibu merupakan bagian dari keluarga.

Namun, bagi yang lain melewatkan tantangan untuk bekerja dan bersoalisasi dengan orang lain---penting bagi mereka untuk menghabiskan waktu di luar rumah melakukan sesuatu daripada sebagai istri atau pasangan dan ibu.

Banyak wanita pekerja merasa untuk “ bersiap-siap aktif kembali “ dengan kembali bekerja paruh waktu, mungkin diperlukan demi karir masa depan jangka panjang.Mengambil masa cuti, tidak bekerja ketika anaknya masih kecil berarti bahwa mereka harus kehilangan suasana lingkungan pekerjaan dan keahlian mereka harus di update.

Mempertahankan Gaya Hidup ( Life Styles )

Alasan penghasilan merupakan faktor motivasi penting lain untuk kembali bekerja.Sekarang banyak keluarga membutuhkan dua pemasukan dan tidak ingin gaya hidup mereka terpengaruhi bila mereka mempunyi anak.
Namun, biaya pengasuh anak mahal ( dan di Inggris, pajak tidak dikurangi ), yang berarti bahwa beberapa wanita upahnya berkurang untuk biaya pengasuh sehingga mendorong mereka kembali bekerja.

Merasa Bersalah

Hampir semua orang tua yang bekerja mengalami sedikit rasa khawatir dan merasa bersalah tentang keseimbangan penggunaan waktu untuk mencari uang bagi keluarga.

Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa semua hal laiin menjadi seimbang, anak-anak yang orang tuanya bekerja tidak menderita masalah emosional apapun atau cenderung kurang dapat menyesuaikan diri dengan baik dibanding anak-anak yang ibunya dengan seluruh waktunya mengurus anak dan memperlihatkan prestasi yang sama baiknya, baik secara sosial maupun secara akademis.

Wanita kembali bekerja bisa merasa sedikit jauh dari anaknya dibanding yang mereka perkirakan.Kadang-kadang mereka menjumpai hal yang menyakitkan bahwa dengan ketidak hadirannya, anak-anak ada masalah seperti waktu mulai berjalan dan mengucapkan kata-kata.

Ikatan Dengan Karier

Ibu juga bisa merasa cemburu terhadap rasa kasih sayang antara anak dengan pengasuhnya dan tidak rela kalau cinta dari anaknya dibagi dengan orang lain.
Namun harus diakui bahwa meskipun anaknya menghabiskan waktu dengan orang lain, ini tidak berpengaruh terhadap cinta anak kepada mereka.

Waktu

Penting bagi wanita tidak kembali bekerja trlalu cepat setelah melahirkan.Ibu yang baru membutuhkan waktu untuk dapat mengenal bayinya dan untuk beradaptasi terhadap realitas sebagai orang tua.Selain itu, pada bulan-bulan pertama setelah melahirkan, ibu biasanya merasa lelah dan butuh penyesuaian baru yang dibebankan kepadanya, sebelum kembali ketempat kerja.

Pilihan Pengasuh Anak

Membuat pilihan terbaik bagi kebutuhan anak dan orang tua tampak sebagai tantangan.Ibu yang bekerja mempunyai berbagai pilihan dimana anaknya harus dititipkan, termasuk kakek neneknya, pengasuh anak, pembantu rumah tangga merangkap pengasuh anak, dan tempat penitipan anak.
Pengasuh anak yang memenuhi syarat merupakan pegawai yang hanya menjaga anak. Jadi orang tua masih harus mencari waktu untuk mengerjakan tugas rumah tangga.

Pengasuh yang tinggal di dalam satu rumah, jarang yang lebih dari satu tahun dan bagi orang di Inggris mereka merasa tidak nyaman, dengan adanya orang lain menginap dirumahnya.

Orang tua menghadapi masalahh yang selalu berubah ketika bayi tumbuh dan mulai masuk kelompok bermain, ketika perubahan komitmen untuk bekerja kembali atau  ketika pengasuh tidak bekerja lagi.
Hal ini bisa menimbulkan stres bagi anak, yang cenderung merespon terhadap pekerjaan rutin rumah tangga dan belajar untuk membentuk ikatan dengan pengasuhnya.Maka dari itu rencana perubahan perawatan anak bisa membuat stres dalam kehidupan mereka.

Kelompok Bermain dan Aktivitas

Ketika anak mulai sekolah, situasi pengasuhan anak kadang-kadang bisa menimbulkan masalah.Ketika mereka tumbuh lebih besar dan menjadi lebih mandiri, anak-anak sudah dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti balet, olahraga dan berenang, pergi dari rumah dan perlu diantar ke kelompok bermain dan rumah temannya.

Pada waktu ini, anak juga perlu dibantu mengerjakan pekerjaan rumah ( PR ) dan membutuhkan perhatian lebih.Untuk beberapa ibu yang bekerja saat ini akan merasakan bahwa aktivitas yang seimbang menjadi terlalu berat dan memutuskan untuk tinggal di rumah.

Tanggung Jawab

Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa ibu yang bekerja biasanya mempunyai waktu sedikit untuk santai dibandingu ayah yang bekerja.Ini karena wanita masih cenderung menjadi satu-satunya yang menghabiskan waktu merangkap tanggung jawab mengurus anak dan tugas pekerjaan rumah tangga.Maka ibu yang bekerja kadang-kadang merasa bahwa meskipun hidup mencapai pemenuhan dalam berbagai arah segi kehidupan.

Waktu Untuk Keluarga

Orang tua yang bekerja akan merasakan hidup sangat sibuk dan merasa bisa terlibat.sepenuhnya dalam pekerjaan rutinitas rumah tangga sehari-hari.Namun ketika tekanan pekerjaan mingguan berlalu, akhir pekan bisa dicurahkan untuk keluarga.Orang tua harus ingat bahwa bukan kuantitas waktu yang dihabiskan dengan anaknya yang penting, tetapi kualitasnya.

Orang tua juga harus mencari sedikit waktu untuk menyendiri bersama.Hal ini sering tertunda oleh pekerjaan rumah tangga, maka penting bagi pasangan untuk mencari waktu menjalin hubungan interpersonal diantara mereka berdua.

0 Response to "Kembali Bekerja Setelah Melahirkan"

Post a Comment

Total Pageviews